Â
Hal tersebut dikemukakan Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga, sebelum Rapat Dengar Pendapat Komisi XI DPR-RI tentang Target Setoran BUMN 2009, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (28/10/2008)
Â
"Target tahun ini kemungkinan tidak akan terpenuhi, atau akan kurang dari Rp1 triliun," katanya.
Menurutnya, menurunannya pendapatan antara lain dipengaruhi anjloknya harga sebagian besar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Tapi kita lakukan antisipasi dengan menekankan kebijakan investasi secara lebih hati-hati," imbuhnya.
Â
Hingga September 2008, sebanyak Rp 61,2 triliun dana yang dikelola Jamsostek, sebanyak 20 persen dialokasikan dalam bentuk saham, 30 persen deposito, dan 46 persen obligasi.
Â
Alokasi dalam bentuk saham tersebut baru mencapai Rp 10,2 triliun, padahal proyeksi yang ditetapkan perseroan Rp 11,6 triliun. Sedangkan nilai obligasi telah mencapai Rp 29,5 triliun atau mendekati target akhir 2008 sebesar Rp 30,6 triliun.
Â
Walau demikian, ia tidak ingin berspekulasi dengan meningkatkan alokasi dana kelolaan hingga akhir tahun 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT










































