Peningkatan yield terjadi karena jatuhnya harga akibat penjualan SUN oleh investor asing yang membutuhkan dana untuk mengatasi kesulitan likuiditas di negaranya masing-masing.
Berdasarkan data Reuters, Rabu (29/10/2008), untuk obligasi 1 tahun yield mengalami kenaikan 1.168 basis poin (year to date) menjadi 19,430 persen, 2 tahun naik 1.168 basis poin menjadi 20,140 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obligasi jangka waktu 6 tahun naik 1.104 basis poin menjadi 20,620 persen, obligasi 7 tahun naik 728 basis poin menjadi 17,060 persen.
Obligasi 8 tahun naik 728 basis poin menjadi 17,132 persen, obligasi 9 tahun naik 1.014 basis poin menjadi 19,974 persen, obligasi 10 tahun naik 1.093 basis poin menjadi 20,953 persen dan obligasi pemerintah berjangka waktu 15 tahun naik 886 basis poin menjadi 19,389 persen.
Berdasarkan data Departemen Keuangan, kepemilikan asing pada 28 Oktober 2008 mengalami penurunan menjadi Rp 93,06 triliun. Pada awal Oktober lalu tepatnya 10 Oktober 2008, kepemilikan asing di SUN mencapai Rp 99,54 triliun.
Investor SUN lainnya, seperti perbankan, reksa dana, asuransi, dana pensiun, perusahaan sekuritas relatif tidak berubah porsi kepemilikannya.
Pemerintah bersama Bank Indonesia dalam 10 langkah kebijakan ekonomi akan melakukan pembelian SUN di pasar sekunder untuk menjaga kepercayaan pelaku pasar terhadap Surat Utang Negara. Pembelian kembali SUN dilakukan secara bertahap dalam jumlah yang terukur. (ddn/ir)










































