Fed Turunkan Suku Bunga Jadi 1%

Fed Turunkan Suku Bunga Jadi 1%

- detikFinance
Kamis, 30 Okt 2008 06:15 WIB
Fed Turunkan Suku Bunga Jadi 1%
Washington - Bank Sentral Amerika (Federal Reserve/The Fed) memutuskan untuk menurunkan tingkat suku bunga kuncinya sebesar 50 basis poin menjadi 1 persen.

Angka ini berarti sesuai dengan ekspektasi analis, dan merupakan suku bunga yang terendah sejak Juni 2004. Keputusan itu diambil dalam Federal Open Market Committe (FOMC) yang berlangsung selama 2 hari.

Keputusan penurunan suku bunga kunci ini diharapkan bisa meredakan krisis kredit yang sedang melanda AS. Ini juga merupakan keputusan lanjutan dari penurunan suku bunga 50 basis poin yang diambil dalam pertemuan darurat FOMC 8 Oktober lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tingkat aktivitas ekonomi terlihat dengan jelas telah melemah dan secara penting memperlihatkan penurunan belanja konsumen," demikian pernyataan dari Ben Bernanke yang merupakan chairman dari FOMC, dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Kamis (30/10/2008).

The Fed secara agresif terus menurunkan suku bunga hingga 425 basis poin dalam 13 bulan terakhir, dalam rangka menghadapi masalah kredit macetnya. Penurunan suku bunga secara agresif dimulai setelah sejumlah perusahaan pembiayaan rumah dan perbankan mulai terjerat kredit macet.

The Fed juga masih melihat adanya potensi risiko penurunan pertumbuhan ekonomi AS masih ada. Para analis pun menyimpulkannya sebagai sebuah keinginan dari The Fed untuk kembali menurunkan suku bunga.

"Pengeluaran untuk peralatan pebisnis dan produksi industri terus melemah dalam beberapa bulan dan aktivitas ekonomi terus melemah di beberapa negara lain sehingga menyuramkan prospek ekspor AS," demikian pernyataan dari FOMC.

"Intensifikasi dari gejolak di pasar finansial sepertinya memberikan tambahan desakan bagi pada berkurangnya pengeluaran, sebagian disebabkan karena berkurangnya kemampuan rumah tangga dan pebisnis untuk mendapatkan kredit," tambah FOMC.

"FOMC membuka pintu untuk melonggarkan lagi (kebijakan moneter) jika data yang akan datang terus memburuk," jelas Aaron Smith, analis dari Moody's Economy.com.

Namun para analis khawatir, penurunan suku bunga yang lebih rendah dari 1% justru dapat memicu krisis kredit lagi. Suku bunga rendah sepanjang tahun 2003 dan 2004 yang diberlakukan selama The Fed dipimpin oleh Alan Greenspan itupula yang kini dituding sebagai salah satu penyebab krisis kredit di negeri paman Sam tersebut.

Bank-bank sentral dari berbagai belahan dunia kini sedang mendapat tekanan untuk menurunkan tingkat suku bunganya. China sebelumnya telah menurunkan tingkat suku bunga kuncinya dari 6,93% menjadi 6,6%.

Bank Sentral Inggris, Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Jepang kemungkinan akan segera mengikuti langkah dari China dan AS itu. Bank Sentral Eropa dan Inggir baru akan menggelar pertemuan pada pekan depan, sementara Bank Sentral Jepang akan menggelar pertemuan pada Jumat ini.



(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads