Bank Sentral AS (Federal Reserve) dan Bank Sentral Korea mengumumkan kesepakatan swap bilateral senilai US$ 30 miliar. Korsel, China, Jepang dan ASEAN sebelumnya juga telah menyepakati swap US$ 80 miliar untuk menghadapi krisis finansial global.
"Ketakutan telah mencetuskan aksi jual berlebihan atas won. Saya berharap kesepakatan swap ini akan menstabilkan mata uang dan juga seluruh pasar finansial," jelas Gubernur Bank Sentral Korsel, Lee Seong-tae, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (30/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
The Fed sebelumnya telah membuat kesepakatan serupa dengan Bank Sentral Brasil, Meksiko dan Singapura. The Fed menyatakan akan menyediakan likuiditas hingga US$ 30 miliar ke masing-masing bank sentral negara tersebut untuk memitigasi melebarnya kesulitan mendapatkan pendanaan dalam dolar AS.
Kesepakatan swap dengan AS tersebut setidaknya menjadi kabar baik, setelah Bank Sentral Korsel mengumumkan defisit neraca pembayaran yang anjlok tajam menjadi US$ 1,22 miliar. Mata uang won yang sempat terjatuh cukup dalam, akhirnya menguat, termasuk indeks sahamnya.
Won menguat hingga 8% atas dolar AS. Sementara indeks KOSPI menguat hingga 102,76 poin (10,61%) ke level 1.071,73.
Namun Bank Sentral Korsel membantah kesepakatan swap dengan the Fed ini karena mereka sudah kehabisan uang. Dana tersebut hanya akan digunakan sebagai cadangan, jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk mengatasi kekurangan pasokan dolar di tengah ketatnya likuiditas.
Korsel kini termasuk salah satu negara Asia yang terkena dampak krisis global cukup parah, karena negara tersebut sangat tergantung pada ekspor. Namun pemerintah Korsel menegaskan, pihaknya tidak akan meminta pertolongan dari IMF. Layaknya Indonesia, Korsel yang pernah menerima bantuan dari IMF pada era 1997/1998 merasa trauma setelah dibantu lembaga donor multilateral itu.
Parlemen Korsel sebelumnya juga telah memberikan persetujuan untuk menyediakan jaminan atas pinjaman bank lokal ke institusi asing hingga US$ 100 miliar. Sekitar US$ 80 miliar utang luar negeri Korsel akan jatuh tempo pada Juni mendatang.
(qom/ir)











































