Contohnya Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) sejauh ini belum terlihat pengaruh krisis keuangan global pada BMT, bahkan boleh dibilang sangat kecil kemungkinannya.
"Karena memang sejak awal disain idealisme BMT berada pada spektrum yang berbeda dengan lembaga-lembaga keuangan yang saat ini meradang. BMT menggunakan sistem syariah dan berorientasi ke UMK sedangkan mereka konvensional-kapitalistik dan orientasinya ke korporasi," ujar CEO PT Permodalan BMT Ventura, Saat Suharto dalam siaran pers, Kamis (30/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga September 2008 saja tercatat pembiayaan senilai Rp 16,9 miliar meningkat dari Rp 3,6 miliar pada Desember 2007.
"Tahun ini masih ada dua bulan lagi jadi saya duga jumlahnya akan bertambah lagi. Ini menunjukan ada hubungan yang sehat antara BMT dengan pihak anggota yang dibiayainya yang tidak lain adalah UKM," ujarnya.
Mengenai 10 kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah baru-baru ini menurutnya langkah itu sebetulnya tidak ada yang baru. Semuanya masih bersifat normatif, dan tidak ada yang menyentuh lembaga keuangan mikro maupun UMK.
"Jadi jauh sekali pengaruh kebijakan itu dengan BMT apalagi dengan UMK. Apalagi memang krisis keuangan kali ini tidak ada keterkaitannya dengan bisnis BMT, permintaan pembiayaan masih besar. Begitu juga dengan sektor UMK, justru dampak kenaikan harga BBM lebih besar berpengaruh dari pada krisis ini," ujarnya. (ddn/ir)











































