Meski demikian, Bank Permata tetap bisa menekan NPL nettonya dari 2,2% per September 2007 menjadi 0,7% per September 2008.
"Indikator NPL yang rendah ini mencerminkan kualitas dari kerangka kerja manajemen resiko kami. Akan tetapi, kami akan senantiasa waspada di tengah situasi ekonomi saat ini," kata Presiden Direktur Bank Permata, Stewart D. Hall dalam siaran persnya, Kamis (30/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sangat senang dengan pertumbuhan dana simpanan masyarakat yang kuat ini, mengingat tingginya tingkat kompetisi produk pendanaan dalam industri perbankan dan kami merasa hal ini mencerminkan kuatnya kepercayaan nasabah pada Bank Permata," jelas Stewart.
Untuk laba bersih hingga akhir triwulan III-2008 mencapai Rp 389,9 miliar atau naik sebesar 3,4% YoY didorong oleh pertumbuhan di sisi kredit dan kinerja yang kuat di sisi provisi dan komisi seiring dengan upaya Bank Permata untuk terus memperkuat pendapatan bunga.
Total aset Bank Permata juga mengalami pertumbuhan 21% menjadi Rp 47,2 triliun, sehingga bank ini masih tercatat sebagai 10 bank dengan aset terbesar.
Bank Permata mengaku masih optimistis dengan kondisi di tahun 2008 ini ditengah kondisi pasar global yang sedang tidak menentu.
"Bisnis utama kami masih sangat kuat, sebagaimana tercermin dalam pertumbuhan portofolio kredit dan dana pihak ketiga kami sehingga kami tetap optimis terhadap bisnis PermataBank di tahun 2008 dan seterusnya," jelas Stewart. (qom/qom)











































