Demikian laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan, Jumat (31/10/2008). Laba sebelum pajak (un-audited) perusahaan pada triwulan III tahun 2008 sebesar Rp 438,86 miliar, naik 6,57% dari laba sebelum pajak triwulan ketiga tahun sebelumnya sebesar Rp 411,81 miliar.
Meski di tengah krisis keuangan global dan persaingan perbankan yang masih ketat, Bank Bukopin masih bisa mencatat laba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, pendapatan operasional lainnya juga meningkat sebesar 4,78% dari sebesar Rp 171,23 miliar pada triwulan ketiga tahun 2007 menjadi Rp 179,42 miliar pada triwulan ketiga tahun ini.
Dengan pertumbuhan laba tersebut maka Return on Assets (ROA) sebelum pajak pada Triwulan III tahun 2008 menjadi sebesar 1,75%, sedangkan Return on Equity (ROE) yang menggambarkan tingkat pengembalian modal investor mencapai 21,02%.
Kenaikan pendapatan bunga bersih yang diperoleh juga didorong oleh peningkatan pemberian kredit sebesar 19,12%, dari Rp 20,093 triliun pada triwulan ketiga tahun lalu menjadi Rp 23,935 triliun pada triwulan ketiga tahun ini.
Hal ini tentunya mencerminkan bahwa walaupun kondisi industri keuangan kurang kondusif, Bank Bukopin tetap berkomitmen untuk menjalankan fungsi intermediasinya secara konsisten dan selektif. Dengan pertumbuhan kredit tersebut, Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Bukopin tercatat menjadi sebesar 95,76%.
"Kami senantiasa menjaga stabilitas operasional dengan konsentrasi pada bisnis yang sudah kami tekuni dan terus mengembangkan bisnis secara prudent namun menguntungkan," ujar Direktur Utama Bank Bukopin, Glen Glenardi Glen.
Meskipun fungsi intermediasi tetap dijalankan secara konsisten, namun Bank Bukopin tetap mampu mengelolanya dengan baik karena didukung oleh penerapan risk management yang kian maju, yang menjamin dijalankannya operasional bank dengan prinsip kehati-hatian (prudentiality priciples). Hal ini tercermin dari rasio NPL gross yang membaik dari 3,82% pada Triwulan III 2007 menjadi 3,63% pada posisi yang sama tahun 2008 ini.
Sementara itu total aset di triwulan III 2008 ini mencapai Rp 30,953 triliun, lebih rendah 11,84% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 35,109 triliun.
Hal ini terutama disebabkan adanya penurunan dana pihak ketiga menjadi sebesar Rp 25,001 triliun atau turun 15,22% dari triwulan ketiga tahun sebelumnya.
Penurunan dana masyarakat terutama terjadi pada simpanan Giro yang mengalami penurunan sebesar 44,42% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu tabungan mengalami peningkatan sebesar 36,41% sebagai dampak dari upaya pengembangan produk dan aktivitas promosi yang agresif.
"Krisis keuangan global yang terjadi telah memberikan efek terhadap industri perbankan di Indonesia, namun kami yakin dan optimis dengan langkah-langkah strategis yang diterapkan Pemerintah, perbankan nasional akan kembali pada koridor semula dan kami yakin dan optimis Bank Bukopin dapat kembali meningkatkan kinerjanya," ujarnya.
(ddn/ir)











































