Hanya 71% Bankir Lulus Uji Manajemen Risiko

Hanya 71% Bankir Lulus Uji Manajemen Risiko

- detikFinance
Senin, 03 Nov 2008 12:00 WIB
Jakarta - Tingkat kelulusan uji kompetensi manajemen risiko kalangan bankir hanya mencapai 71% dari 44.973 peserta  yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) hingga bulan Agustus 2008.

Dari sejumlah peserta itu hanya mencakup tingkat 1 hingga 3 saja sedangkan untuk tingkat 4 dan 5 belum ada yang mencapainya.

Untuk tingkat 1 dari jumlah peserta 31.973 peserta, dengan tingkat kelulusan 74,3% atau 23.762 peserta  Tingkat 2 dari 10.930 peserta hanya 6.945 yang lulus atau 63,54% yang lulus dan yang tidak lulus 3.985 peserta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan untuk tingkat 3 dari 2.070 peserta yang lulus hanya  1.225 peserta dan yang tidak lulus 845 peserta dengan tingkat kelulusan 59,18%, sehingga tingkat kelulusan dari total 44.973 peserta hanya 71%.

"Untuk tingkat 4 dan 5 belum kami lakukan, sedang dirancang jalan mana yang paling baik, karena itu arahnya sudah pada level kebijakan," kata Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah dalam acara seminar sertifikasi bankir: tantangan kinerja bankir dimasa depan, Hotel Aryaduta, Senin (4/11/2008).

Uji kompetensi pada tingkat 1 bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai manajemen risiko perbankan. Tingkat 2 tujuannya untuk meningkatkan kemampuan mengidentifikasi dan mengukur risiko. Tingkat 3 bertujuan meningkatkan kemampuan untuk mengidentifikasi, mengukur, memonitor, dan mengendalikan risiko-risiko bank, terutama untuk risiko yang cukup kompleks.

Tingkat 4 bertujuan meningkatkan kemampuan untuk mengindentifikasikan, mengukur, memonitor, dan mengendalikan terutama untuk risiko yang kompleks.

Dan tingkat 5 bertujuan Meningkatkan kemampuan untuk mengindentifikasikan, mengukur, memonitor, dan mengendalikan terutama untuk risiko yang kompleks.

Menurut Halim, dalam rangka menghadapi  masyarakat ekonomi ASEAN (AFTA) saat ini kesiapan SDM bankir Indonesia saat ini relatif lebih banyak dengan bankir-bankir dinegara lain di ASEAN namun kualitasnya masih perlu ditingkatkan.

"Di ASEAN kita harus siap, level kompetensi untuk direktur keatas tidak jauh-jauh amat. Sedangkan untuk menengah masih perlu ditingkatkan," katanya. (hen/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads