"Saat ini fokus kami masih kepada penyusunan dan penyatuan operasional platform antara Lippo dan Niaga, itu yang akan kami fokuskan terlebih dahulu. Jadi misalnya ada nasabah Lippo saat ini belum bisa bertransaksi di Bank Niaga begitu pun sebaliknya. Jadi ini kami fokuskan dulu agar semua nasabah bank bisa bertransaksi melalui satu platform," kata Presiden Direktur Bank CIMB Niaga, Arwin Rasyid di acara peluncuran logo baru Bank CIMB Niaga di kantor CIMN Niaga, Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (3/11/2008).
Selain penyatuan platform dengan Bank Lippo, manajemen CIMB Niaga juga akan menyatukan platform dengan CIMB Group, perusahaan yang berbasis di Malaysia itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ke depan, salah satu sektor yang akan dibidik CIMB Niaga adalah mengembangkan syariah di Indonesia karena ini memang fokus CIMB Grup di Asia. Apalagi kata Arwin, market share syariah di Indonesia masih di bawah 5%.
Arwin juga menjelaskan dalam merger ini tidak terjadi rasionalisasi karyawan. Sebanyak 97% karyawan memilih tetap bekerja di bank hasil merger ini.
"Merger ini merupakan merger pertumbuhan bukan merger penyehatan jadi tidak rasionalisasi," tukas Arwin.
Bank CIMB Niaga dan Bank Lippo telah sepakat untuk melakukan konsolidasi terhadap bisnis keduanya pada 2 Juni 2008. Konsolidasi ini memungkinkan Khazanah Nasional Berhad, selaku pemegang saham dari kedua bank, untuk memenuhi tenggat waktu dari peraturan kepemilikan tunggal yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, yakni tahun 2010. (ir/qom)











































