BI Perlu Awasi 3 Risiko Likuidasi Indover

BI Perlu Awasi 3 Risiko Likuidasi Indover

- detikFinance
Selasa, 04 Nov 2008 10:55 WIB
BI Perlu Awasi 3 Risiko Likuidasi Indover
Jakarta - Proses likuidasi Bank Indover diyakini tidak akan berdampak pada perbankan Indonesia, namun Bank Indonesia perlu memperhatikan 3 risiko yang muncul akibat likuidasi Bank Indover di Belanda. Risiko itu yakni risiko sistemik, operasional dan rating negara.

Menurut Anggota Komisi XI DPR, Dradjad Wibowo, risiko sistemik muncul bagi perbankan domestik karena ada dana bank-bank dalam negeri sekitar 40 lebih bank yang disimpan di Indover.

"Nilainya 122 juta euro plus US$ 25 juta. Bank-bank domestik tersebut jelas harus menyiapkan cadangan provisi berupa penyisihan pencadangan aktiva produktif atau PPAP," ujarnya ketika dihubungi Selasa (4/11/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya memang keuntungan bank-bank tersebut akan tersedot cukup banyak oleh pencadangan dana macet di Indover. Dana setiap bank swasta di Indover relatif sedikit. Umumnya di bawah Rp 50 miliar, malah ada yang hanya sekitar Rp 600 juta saja.

"Karena itu secara umum, perbankan domestik tidak terlalu terguncang jika Indover dilikuidasi," ujarnya.

Eksposur yang terbesar memang bank-bank BUMN tetapi porsi dana mereka di Indover relatif sangat kecil jika dibandingkan dengan asetnya. "Jadi bank-bank BUMN tersebut tidak terlalu terguncang jika Indover dilikuidasi," ujarnya.

Dradjad meminta BI untuk memberi perhatian kepada satu bank non-BUMN dalam memperoleh kembali dananya, agar likuiditas bank ini tidak terganggu.

"Dana bank ini di Indover di atas Rp 100 miliar, cukup besar untuk ukuran bank tersebut," ujarnya tanpa menyebut bank yang dimaksud.

Risiko rating negara adalah risiko penurunan terhadap rating jika Indover dilikuidasi. (ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads