Menurut Anggota Komisi XI DPR, Dradjad Wibowo, risiko sistemik muncul bagi perbankan domestik karena ada dana bank-bank dalam negeri sekitar 40 lebih bank yang disimpan di Indover.
"Nilainya 122 juta euro plus US$ 25 juta. Bank-bank domestik tersebut jelas harus menyiapkan cadangan provisi berupa penyisihan pencadangan aktiva produktif atau PPAP," ujarnya ketika dihubungi Selasa (4/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena itu secara umum, perbankan domestik tidak terlalu terguncang jika Indover dilikuidasi," ujarnya.
Eksposur yang terbesar memang bank-bank BUMN tetapi porsi dana mereka di Indover relatif sangat kecil jika dibandingkan dengan asetnya. "Jadi bank-bank BUMN tersebut tidak terlalu terguncang jika Indover dilikuidasi," ujarnya.
Dradjad meminta BI untuk memberi perhatian kepada satu bank non-BUMN dalam memperoleh kembali dananya, agar likuiditas bank ini tidak terganggu.
"Dana bank ini di Indover di atas Rp 100 miliar, cukup besar untuk ukuran bank tersebut," ujarnya tanpa menyebut bank yang dimaksud.
Risiko rating negara adalah risiko penurunan terhadap rating jika Indover dilikuidasi. (ddn/ir)











































