Sebelumnya, perseroan sudah menargetkan bulan November 2008 anak usahanya yang bergerak di asuransi komersil sudah bisa diluncurkan.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT Askes, I Gede Subawa di Gedung Garuda, Jakarta, Selasa (4/11/2008). "Karena ada masalah pengurusan perizinan juga kepotong Idul Fitri, kita kan harus nunggu izin operasi lengkap dulu. Jadi mungkin awal tahun baru bisa launching," jelasnya.
Menurutnya, progres pengurusan izin anak usaha tersebut saat ini sudah sampai di Departemen Hukum dan HAM untuk izin pembentukan badan usaha. Setelah itu, laporan beserta contoh produknya tinggal didaftarkan ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).
"Izin prinsip sudah ada dari Kementerian BUMN, diharapkan November ini izin dari Bapepam sudah keluar," jelasnya.
Ia mengatakan, anak perusahaan tersebut memiliki modal awal sebesar Rp 1 triliun dengan modal disetor disetor 300 miliar. Komposisi pendanaannya, 98 persen dari kas internal Askes, sedangkan 2 persen sisanya dari koperasi askes. "Aturan mainnya harus ada kepemilikan saham dari luar," ungkapnya.
Mengenai susunan direksi, Ia mengatakan perseroan sudah menyampaikan 4 orang calon direksi untuk dilakukan uji kelayakan dan kepatutan. Semuanya berasal dari internal perusahaan. Susunannya, Direktur Utama, Direktur Pemasaran, Direktur Teknik dan Operasional serta Direktur Umum dan Keuangan. "Untuk komisaris campuran dari internal dan eksternal," imbuhnya.
Krisis Tidak Ganggu Kinerja
Kondisi ekonomi nasional yang sedang dilanda krisi global menurutnya tidak mempengaruhi kinerja Askes. "Tahun ini tidak ada perubahan pendapatan. Target premi Rp 4,3 triliun diproyeksikan jadi Rp 4,6 triliun. Target premi akhir tahun ada peningkatan," ujarnya.
Menurutnya, dampak dari krisis yang paling berpengaruh adalah nilai tukar dolar yang meninggi. Ia bilang, ada beberapa biaya dari asuransi kesehatan yang ditentukan oleh nilai tukar dolar yaitu biaya obat dan alat dan bahan yang didatangkan dari luar negeri. "Tentu ada dampaknya, tapi mungkin tahun depan sekarang belum," ucapnya.
Sedangkan target pendapatan untuk tahun 2009 anak perusahaan Askes tersebut diharapkan bisa meraup Rp 800 miliar dengan laba bersih sekitar 5% dari premi. (ang/ir)











































