"Pemerintah RI harus melakukan 3 hal agar dapat selamat dari krisis global," ujar Chairman Morgan Stanley Asia, Stephen Roach dalam paparan di hotel Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Selasa (4/11/2008).
Menurut Roach, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghindari defisit neraca. Tujuan dari langkah ini untuk mencegah adanya tekanan terhadap cadangan devisa negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah terakhir yang disarankan Roach adalah pemerintah harus mengumpulkan kekuatan ekonomi domestik. Kekuatan ekonomi domestik yang terintegrasi dapat memberi modal kuat bagi keberlangsungan hidup suatu negara di tengah krisis global.
"Namun ini perlu dilakukan dengan seirama dengan karakteristik ekonomi negara-negara tetangga," ujar Roach.
Morgan Stanley Asia yang berbasis di Hong Kong merupakan salah satu divisi usaha Morgan Stanley pusat yang bermarkas di Amerika Serikat. Morgan Stanley awalnya merupakan perusahaan investasi yang didirikan oleh Henry S Morgan (cucu JP Morgan) dan Harold Stanley pada 16 September 1935.
Pada 21 September 2008, sesaat setelah ulang tahun ke 73 tahun, Morgan Stanley mendapat persetujuan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) untuk berubah status menjadi holding bank biasa, tidak lagi sebagai bank investasi.
Perubahan status tersebut akibat terkena dampak krisis ekonomi AS. Pada 14 Oktober 2008, Mitsubishi UFJ asal Jepang merampungkan transaksi akuisisi 21% saham Morgan Stanley senilai US$
9 miliar.
Sementara Morgan Stanley Asia, anak usaha Morgan Stanley asal AS yang hampir bangkrut itu, baru saja membuka cabang di Indonesia dengan membawa bendera PT Morgan Stanley Asia Indonesia (MSAI).
MSAI telah mengantongi lisensi operasi sebagai sekuritas di Indonesia dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). (dro/ddn)











































