Hal tersebut disampaikan Menneg BUMN Sofyan Djalil di kantor Depkeu, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (4/11/2008).
"Alasannya, ya gak ada alasan," ujar Sofyan ketika ditanya alasan penunjukkan Boyke menggantikan Dirut PPA sebelumnya M Syahrial yang mundur karena ingin mengurus bisnis keluarga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sudah ditunjuk, Surat Keputusan pengangkatan Boyke saat ini belum diteken. Sofyan menambahkan, setelah dipilihnya Dirut baru, kedepannya PT PPA akan terus dapat menjalankan kebijakan pemerintah, seperti untuk restrukturisasai BUMN dll.
"Kita harapkan juga PPA kedepan nantinya bisa jadi cikal bakal Temasek atau Khazanah di Indonesia. Jadi untuk restrukturisasai BUMN biar PPA yang mengurus, sebab kalau kantor saya yang mengurus pasti birokrasi, jadi kelamaan. Jadi biar PPA yang menangani karena mereka sudah berpengalaman karena memang PPA kerjanya seperti itu," urai Sofyan.
Untuk tugas pertama, PPA akan mendapatkan pasien Merpati Nusantara. "Nanti akan ada BUMN-BUMN lain yang akan kita serahkan ke PPA," pungkasnya.
(ddn/qom)











































