"Sekitar US$ 51 miliar," kata Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono saat dikonfirmasi mengenai posisi cadangan devisa Indonesia.
Sayangnya, Hartadi yang ditemui disela-sela seminar ISEI di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (5/11/2008), enggan memberi penjelasan lebih lanjut karena terburu-buru meninggalkan acara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cadangan devisa ini berarti terendah sepanjang tahun 2008. Posisi cadangan devisa yang hanya US$ 51 miliar ini berarti sama dengan posisi cadangan devisa per Agustus 2007 yang mencapai US$ 51,426 miliar.
Gubernur BI Boediono sebelumnya mengatakan, penurunan cadangan devisa Indonesia memang salah satunya karena untuk stabilisasi rupiah, disamping juga untuk membayar kewajiban pembayaran utang.
Berikut angka cadangan devisa RI dari bulan ke bulan sepanjang 2008, seperti dikutip dari situs BI.
- Akhir Januari : US$ 55,999 miliar
- Akhir Februari :US$ 67,125 miliar
- Akhir Maret : US$ 58,987 miliar
- Akhir April: US$ 58,770 miliar
- Akhir Mei: US$ 57,464 miliar
- Akhir Juni: US$ 59,453 miliar
- Akhir Juli : US$ 60,563 miliar
- Akhir Agustus: US$ 58,358 miliar
- Akhir September: US$ 57,108 miliar.
(qom/ddn)










































