BI Tahan BI Rate Demi Rupiah

BI Tahan BI Rate Demi Rupiah

- detikFinance
Kamis, 06 Nov 2008 14:55 WIB
BI Tahan BI Rate Demi Rupiah
Jakarta - Untuk mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah adalah salah satu alasan penahanan suku bunga BI Rate oleh Bank Indonesia (BI) pada level 9,5 persen.

Hal tersebut disampaikan Gubernur BI Boediono di Gedung Depkeu, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (6/11/2008).

"Kan BI Rate punya dampak ke beberapa arah, karena itulah kita putuskan tetap supaya kita bisa jaga keseimbangan dari semua sasaran tadi," ujarnya ketika ditanya wartawan apakah BI Rate ditahan untuk menjaga rupiah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono di tempat yang sama menyatakan acuan untuk menentukan BI Rate selalu inflasi. BI melihat inflasi memang mulai cenderung menurun meskipun masih pada level yang tinggi.

"Ke depan, kita juga melihat bahwa nanti dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang menurun, yang juga nanti berdampak pada pertumbuhan ekonomi kita. Pressure dari kegiatan ekonomi yang berlebihan yang melebihi kapasitas seperti misalnya pertumbuhan kredit yang tinggi dan sebagainya, itu nanti akan menyesuaikan pada kondisi yang baru," ujarnya.

Sementara itu yang patut terus BI jaga dan monitor dengan cermat adalah dampak dari depresiasi rupiah. "Karena dia satu-satunya sekarang yang akan membawa inflasi ke atas," ujarnya.

Namun meskipun ada depresiasi, dampak dari nilai tukar ini tidak terlalu besar. "Karena kita sudah menyesuaikan pada kondisi yg baru. Beberapa bulan yang lalu kita masih tinggi karena impor kita tinggi, tapi sekarang impor kita sudah cenderung menurun. Sehingga dampak dari depresiasi nilai tukar diharapkan tidak terlalu besar," ujarnya.
Β 
Karena alasan tadi itulah, BI memutuskan untuk menahan dulu suku bunganya, kemudian dalam beberapa waktu mendatang akan melakukan penyesuaian lagi.

Mengenai pencairan kredit hingga bulan Oktober, kredit perbankan tumbuh sekitar 34 persen. Dengan demikian hingga akhir tahun, kredit perbankan masih di level 30 persen.

"Kredit masih tinggi. Saya lupa persisnya tapi masih di 34%. Perkiraan kita kalaupun menurun terus, di tahun ini masih 30%," ujarnya.
(ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads