Bank Sentral AS dan Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana baru penyelamatan baru itu setelah AIG melaporkan kerugian hingga US$ 24,47 miliar pada kuartal III-2008. Kerugian itu terutama disebabkan karena adanya hapus buku atas investasi-investasinya.
Dengan dana penyelamatan yang lebih besar dari kesepakatan semula itu diharapkan mampu menambal kerugian yang dicatat oleh AIG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan kebanyakan surat berharga tersebut umumnya berhubungan dengan hipotek perumahan, yang kemudian kehilangan nilainya seiring menjamurnya kredit macet sektor perumahan AS yang membuat terjadinya krisis finansial.
"Kita tidak dapat meneruskan 'pendarahan' di dua tempat ini yakni pinjaman surat berharga dan credit default swaps. Kami perlu menghentikannya, dan kami perlu menghentikannya sekarang," jelas Chief executive AIG, Edward Liddy seperti dikutip dari Reuters, Selasa (11/11/2008).
Dalam rencana bailout baru untuk AIG itu, pemerintah AS akan mendapatkan saham AIG senilai US$ 40 miliar, untuk US$ 30 miliar surat berharga yang berbasis penjaminan credit default swaps dan US$ 22,5 miliar untuk surat berharga berbasis hipotek perumahan.
Pemerintah AS juga akan juga akan menurunkan suku bunga pinjamannya. Sementara AIG juga sepakat untuk memangkas bayaran para eksekutifnya, termasuk membekukan bonus bagi 70 pejabat tingginya.
"Restrukturisasi bailout ini mestinya bisa memberikan fleksibilitas pada AIG untuk menjual aset-asetnya dengan cara yang benar mendekati nilai sesungguhnya, ketimbang menjualnya pada harga obral," jelas Rob Haines, analis dari CreditSights Inc .
AIG selanjutnya akan menerbitkan saham biasa untuk pemerintah AS, dengan kompensasi dividen 10%. Pemerintah AS selanjutnya akan mempertahankan kepemilikan saham di AIG hingga 80%.
Saham AIG langsung naik 26 sen atau 12,3% menjadi 2,37 dolar setelah rencana penyelamatan tersebut.
(qom/qom)











































