pertumbuhan ekonomi diprediksi hanya mencapai 5,5% saja.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Himpunan Bank Negara (HIMBARA) Agus
Martowardojo dalam acara rapat dengar pendapat dengan DPD RI, di Senayan
Jakarta, Selasa (11/11/2008).
"Tetapi harus diwaspadai kemungkinan kenaikan NPL akibat perlambatan
pertumbuhan ekonomi," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
solid, dan dari sisi inflasi relatif mulai turun walaupun sempat naik akibat
kenaikan BBM.
"Sekarang ini kinerja perbankan solid dengan NIM 5,7%, NPL 3,4%, LDR 79% dan
CAR 17%," jelas Agus.
Pada 2008 inflasi memang meningkat akibat didorong oleh kenaikan harga BBM dan harga komoditas global. Tetapi ia memperkirakan inflasi justru akan menruun di 2009 karena penurunan harga komoditas dan pelemahan rupiah.
Mengenai cadangan devisa saat ini, lanjut Agus, berada di angka US$ 51
miliar atau masih lebih baik dari posisi tahun 1997.
"Tetapi penurunan pertumbuhan ekspor dan masih kencangnya impor harus
diwaspadai terhadap cadangan devisa," ujarnya.
Ia juga memperkirakan inflasi pada tahun 2009 menurun menjadi 7-8% dan BI rate turun jadi 8,75%. (hen/lih)











































