2 BPR Ditutup, 20 BPR Bolak-Balik Masuk Pengawasan BI

2 BPR Ditutup, 20 BPR Bolak-Balik Masuk Pengawasan BI

- detikFinance
Selasa, 11 Nov 2008 13:16 WIB
2 BPR Ditutup, 20 BPR Bolak-Balik Masuk Pengawasan BI
Jakarta - Sepanjang tahun 2008, sudah ada 2 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang ditutup atau dilikuidasi. Sementara 20 BPR lain terpaksa bolak-balik masuk pengawasan khusus BI.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Firdaus Djaelani dalam diskusi di kantornya, Wisma BRI 2, Jalan Jend. Sudirman, Jakarta, Selasa (11/11/2008).

"Biasanya masalah BPR itu adalah CAR atau kecukupan modalnya tidak memenuhi persyaratan, jadi ditutup," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Firdaus mengatakan, sampai dengan 2 sampai 3 tahun ini sudah ada 14 BPR yang ditutup atau dilikuidasi oleh LPS. Dari 14 BPR jumlah dana simpanannya adalah Rp 89,9 miliar.

Dari Rp 89,9 miliar, simpanan yang layak dibayar adalah Rp 71,54 miliar atau 79,6% dan simpanan yang tidak layak dibayar adalah Rp 18,33 miliar atau 20,4%.

"Jadi yang klaim penjaminan simpanan harus dibayar LPS adalah Rp 71,54 miliar, dan yang sudah dibayar LPS adalah Rp 65,21 miliar atau 91%. Rata-rata sisa dana yang belum dicairkan nasabah di bank pembayar adalah Rp 21.000 per rekening," tuturnya.

Hingga sekarang, lanjut Firdaus, ada 20 BPR yang bolak-balik berada dalam pengawasan khusus BI karena CAR-nya tidak mencukupi.

"Tapi ini bukan sesuatu hal yang luar biasa, tapi wajar," ujarnya. (dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads