Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Divisi Bisnis BUMN BRI Dwi Agus Pramudya usai acara penandatanganan antara BRI dengan PT Angkasa Pura I di Jakarta, Rabu (12/11/2008).
"Target tahun ini kita bisa mengucurkan dana ke proyek BUMN sebesar Rp 13 triliun, sebelumnya target kita Rp 12 triliun tapi sudah terpenuhi," ujarnya.
Menurutnya, dalam tiga bulan ke depan BRI akan kembali mengucurkan kredit kepada BUMN sebesar Rp 1 triliun sehingga target tersebut dapat tercapai.
"Semua itu sudah committed, tinggal diambil saja," katanya.
Ia mengatakan, porsi kredit untuk BUMN tersebut besarnya 10 persen dari total kredit yang diberikan BRI.
Proyek-proyek yang dibiayai oleh BRI tersebut antara lain proyek infrastruktur yang dikerjakan beberapa BUMN Karya (infrastruktur), proyek jalan tol Jasa Marga, dan revitalisasi pabrik gula sejumlah PT Perkebunan Nusantara.
Ia mengatakan, plafon pemberian kredit BUMN tahun ini sebesar Rp 18 triliun, sebanyak Rp 6 triliun merupakan undisbursed loan.
Ia mengatakan, kredit macet alias non performing loan (NPL) kredit BUMN masih berada di level 0 persen. "Untuk ke depan saya kira posisi itu tidak berubah," jelasnya. (ang/ir)











































