Demikian dikatakan Dirut Bank Century, Hermanus H Muslim dalam jumpa pers, di kantornya, Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (14/11/2008).
"Situasi kemarin kami kira lebih karena kondisi situasional karena ada isu yang seperti itu. Baik nasabah maupun staf kami pasti ada yang panik. Dalam kondisi seperti ini kami harus menjaga agar nasabah tidak panik. Jadi kami sedikit melakukan pembatasan, tujuannya untuk nasabah memikirkan sebenarnya tidak ada masalah pada bank kami, dan itu terbukti pada hari ini nasabah yang kita hold dananya dan hari ini tidak melakukan penarikan dana. Artinya kepanikan berhasil kami tangani," jelas Hermanus.
Hermanus mengatakan transaksi Bank Century sudah berjalan normal. Kliring juga tidak ada masalah. "Jadi tidak perlu panik dan kami ingin menyatakan terima kasih kepada nasabah yang tidak melakukan rush yang diakibatkan kepanikan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hermanus menceritakan kronologi dari tidak ikut kliring yang dialami Bank Century pada Kamis kemarin. Menurutnya, hal itu bermula saat ada kliring dalam jumlah besar dari sebuah cabang di Sumatra yang terlambat masuk ke kantor pusat untuk disetorkan ke BI. Akibatnya terjadi keterlambatan dan Bank Century tidak bisa cek kliring.
"Namun kita tidak ingin dibilang kalah kliring karena sebenarnya cuma masalah keterlambatan. Dana sebenarnya ada," ujar Hermanus yang mengaku kejadian seperti ini karena kendala teknis baru pertama kali dialami perseroan.
Mengenai fasilitas pendanaan jangka pendek dari Bank Indonesia, menurut Hermanus pihaknya belum dapat komitmen dari fasilitas itu.
Ia menilai fasilitas itu sangat positif sebagai bentuk antisipatif BI dalam kondisi likuiditas yang sedang ketat. Salah seorang nasabah Bank Century Devi (30 th) mengatakan dirinya sudah memastikan dana yang disimpan di Bank Century aman.
"Ternyata tidak ada masalah tadi saya buru-buru ke atas untuk konfirmasi tapi dana aman. Ternyata tidak ada masalah baik deposit maupun semuanya," ujar Devi.
(ir/qom)











































