Hal ini disampaikan oleh Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Made Sukada dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Kadin bidang energi dan sumber daya mineral, di Jakarta, Selasa (18/11/2008).
"Saya kira pemilu bisa menahan menurunnya konsumsi karena pada saat itu konsumsi cukup besar," ujar Made.
BI melihat masih ada geliat sektor riil akan tetap bergerak. Sehingga target pertumbuhan ekonomi tahun selanjutnya dapat dengan mudah tercapai. Untuk pertumbuhan ekonomi tahun 2009 BI memperkirakan hanya diangka sekitar 5%.
Diakuinya krisis keuangan global yang telah menghantam sektor riil akan melemahkan pertumbuhan ekonomi dunia. Namun kondisi ekonomi nasional masih dinilai baik dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) 2008 yang masih berkisar 6% yang didorong permintaan dalam negeri yang cukup besar. Meski ancaman pelemahan pertumbuhan ekonomi dunia terus berlangsung.
"Kalau sampai negatif, tinggal tunggu saja volume perdagangan dunia menurun, bukan hanya pada negara maju tapi juga negara emerging market seperti China dan India bisa mengalami," jelasnya.
(hen/qom)










































