Perbanas: Pengetatan Kredit Bank Masih Wajar

Perbanas: Pengetatan Kredit Bank Masih Wajar

- detikFinance
Rabu, 19 Nov 2008 10:30 WIB
Perbanas: Pengetatan Kredit Bank Masih Wajar
Jakarta - Sikap perbankan nasional yang lebih selektif dalam mengucurkan kredit di tengah ketatnya likuiditas global saat ini masih dinilai dalam batas yang wajar.

Perhimpunan Perbankan Nasional Swasta (Perbanas) setuju jika dalam kondisi seperti ini, bank-bank lebih hati-hati mengucurkan kredit.

"Bank-bank sementara memang akan mengurangi pinjaman kepada sektor-sektor yang menurut persepsi mereka risikonya relatif tinggi," kata Ketua Perbanas Sigit Pramono ketika dihubungi detikFinance, Rabu (19/11/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sigit menjelaskan bank-bank sementara ini memang akan mengurangi pinjaman ke sektor-sektor yang menurut persepsi memiliki risiko relatif tinggi.

"Ini reaksi wajar ketika likuiditas ketat. Bank pasti akan memilih milih sektor yang akan diberikan kredit. Bagaimanapun juga bank harus menentukan prioritas di tengah situasi likuiditas ketat," katanya.

Namun menurut Sigit, kondisi pengetatan kredit ini hanya bersifat sementara. Jika kondisi perekonomian global sudah pulih pengucuran kredit akan kembali normal. "Jadi keadaan ini tidak akan berlangsung lama," katanya.Β Sementara Wakil Dirut PT Bank Danamon Indonesia Tbk Jos Luhukay mengatakan dalam kondisi rendahnya likuiditas, bank-bank memang mulai melakukan slow down dalam kredit-kredit jangka panjang. Kategori kredit jangka panjang dalam hal ini termasuk mortgage (KPR, KPA, dll).

"Ini sangat alamiah dan umum dilakukan dalam dunia perbankan termasuk dalam kondisi Indonesia Indonesia saat ini," kata Jos.Β 

Sebelumnya Ketua Kadin MS Hidayat di sela-sela mengikuti kunjungan bilateral Presiden SBY dengan Presiden Brazil Luiz Inacio Lula Da Silva di Istana Presiden Palacio Planalto, Brasilia, Selasa (18/11/2008) seperti dilaporkan reporter detikcom, Arifin Asydad mengatakan pengucuran KPR dihentikan sementara, karena nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah.

"Saya mendapat kabar bahwa kredit KPR semua dihentikan, karena ada kesulitan mendapatkan likuiditas di perbankan, sehingga menentukan tingkat suku bunga. Anda tahu deposito sekarang ditawarkan 15% dan lending rate sudah di atas 20%," kata Hidayat.

(ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads