Apalagi saat likuiditas keuangan dunia semakin mengetat membuat investasi langsung sektor migas menjadi berharga.
Kewajiban bagi para kontraktor migas untuk menyimpan dana di perbankan nasional akan mulai berlaku bulan depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Menurut Agus, saat ini memang masih tahap pembicaraan awal antara perbankan dengan BP Migas yang nantinya akan dilakukan pembicaraan lanjutan. Namun ia mengatakan kalau ini terjadi akan membantu devisa Indonesia yang mulai mengering.
Β
Sementara itu Direktur BNI Achmad Baiquni mengatakan bahwa dengan adanya ketentuan tersebut maka akan menambah likuiditas perbankan nasional.
Β
"Kita sambut positif, bayangkan kalau yang semula disimpan di bank-bank asing, dan sekarang harus disimpan di bank-bank nasional akan menambah likuiditas, khususnya valas," ujar Achmad.
Β
Mengenai komitmen perbankan terhadap sektor migas diakuinya sampai saat ini masih rendah dan ke depannya akan terus ditingkatkan meski sekarang ini sudah ada perbankan yang sudah membenamkan dananya di sektor migas.
Β
"Jumlahnya untuk migas masih kecil dari total kredit karena risiko, bank juga belum ahli dalam pembiayaan migas, kalau dapat tawaran seperti ini bisa mendorong kita juga," katanya. (hen/ir)











































