Hal ini disampaikan oleh Direktur BNI Achmad Baiquni di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (19/11/2008).
"Sekarang ini prosentase itu masih di bawah 5% dari total portofolio kredit kita sebesar Rp 110 triliun, kalau migas sekitar 3% sampai 5%. Tahun 2009 relatif akan ditambah relatif secara bertahap 0,5% sampai 1%," katanya.
Ia menambahkan meski sektor migas masih kecil dari total portofolio kredit BNI, pihaknya akan terus menaikan komposisi kreditnya. Walaupun pada saat ini harga produk sektor migas terus mengalami penurunan seiring turunnya permintaan sebagai dampak krisis global.
"Ya investasi migas jangka panjang yang terjadi sekarang ini akan terjadi 4 sampai 5 tahun mendatang. Kalau melihat sekarang ini maka dampaknya tidak langsung dari penurunan ini. Permasalahannya tingkat harga ini akan berapa lama, kalau cepat tidak akan berdampak," paparnya.
Mengenai rencana kewajiban pelaku kontraktor migas untuk menaruh danaya di perbankan nasional, ia sangat menyambut baik karena akan menambah likuiditas perbankan nasional.
"Kita sambut positif, bayangkan kalau yang semula disimpan di bank-bank asing, dan sekarang harus disimpan di bank-bank nasional akan menambah likuiditas, khususnya valas," ujar Achmad. (hen/ir)











































