BTN Pilih-pilih Nasabah untuk KPR

BTN Pilih-pilih Nasabah untuk KPR

- detikFinance
Rabu, 19 Nov 2008 16:55 WIB
BTN Pilih-pilih Nasabah untuk KPR
Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (BTN) sampai saat ini masih terus mengucurkan kreditnya terutama KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) yang menjadi bisnis utamanya. Namun BTN mulai selektif memberikan kredit ke masyarakat.

Direktur Utama BTN Iqbal Latanro mengatakan BTN masih terus memberikan kreditnya kepada masyarakat, namun selektif.

"Karena kalau tidak (selektif), maka pada tingkat (bunga) seperti ini akan menimbulkan permasalahan atau NPL, karena itu kita perlambat," jelasnya saat dihubungi detikFinance di Jakarta, Rabu (19/11/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iqbal mengatakan saat ini pertumbuhan kredit BTN sudah tinggi yaitu mencapai 36%. "Tingkat ini merupakan pencapaian yang sangat baik, saat ini kita harus kendalikan tingkat kredit tersebut, kalau tidak bisa muncul masalah," katanya.

Kemudian alasan kedua BTN menahan laju pertumbuhan kreditnya adalah karena belum adanya kepastian mengenai situasi ekonomi ke depan di tengah situasi krisis yang terjadi.

"Ketiga, karena saat ini bunga sudah tinggi, maka banyak orang yang sudah tidak mau ambil kredit," imbuhnya.

Walaupun begitu, Iqbal mengatakan saat ini masih ada nasabah yang mengajukan KPR ke BTN, dan kredit sebenarnya masih bisa bertambah karena permintaan masih cukup besar.

"Tapi kita harus selektif agar tidak ada masalah," pungkasnya.

Β 

Sebelumnya Ketua Kadin MS Hidayat di sela-sela mengikuti kunjungan bilateral Presiden SBY dengan Presiden Brazil Luiz Inacio Lula Da Silva di Istana Presiden Palacio Planalto, Brasilia, Selasa (18/11/2008) seperti dilaporkan reporter detikcom, Arifin Asydad mengatakan pengucuran KPR dihentikan sementara, karena nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah.

"Saya mendapat kabar bahwa kredit KPR semua dihentikan, karena ada kesulitan mendapatkan likuiditas di perbankan, sehingga menentukan tingkat suku bunga. Anda tahu deposito sekarang ditawarkan 15% dan lending rate sudah di atas 20%," kata Hidayat.


(dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads