BI Jangan Tutupi Kondisi Perbankan

BI Jangan Tutupi Kondisi Perbankan

- detikFinance
Sabtu, 22 Nov 2008 13:45 WIB
BI Jangan Tutupi Kondisi Perbankan
Jakarta - Bank Indonesia (BI) diminta jangan menutup-nutupi kondisi perbankan saat ini. Langkah tersebut justru membuat kalangan masyarakat bertanya-tanya soal kondisi perbankan Indonesia yang sebenarnya.
Β 
Hal ini terjadi setelah BI mengumumkan pengambilalihan Bank Century oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Β 
"Saya khawatir kalau yang lain itu ada tapi belum terjebak offset terlalu dalam, perlu investigasi agar tidak muncul century-century baru," kata Pengamat Perbankan Yanuar Rizky saat dihubungi detikFinance, Sabtu (22/11/2008).
Β 
Ia meilai pengawasan BI saat ini lemah terhadap bank-bank umum. Padahal seharusnya bank-bank yang sudah masuk daftar mencurigakan harus segera diambil tindakan.
Β 
"Janganlah menimbulkan spekulasi seolah-olah tidak terjadi apa-apa, tetapi kebijakannya sehari-hari sudah mengarah terjadi apa-apa," katanya.
Β 
Ia mendesak agar BI melakukan tindakan hukum terhadap pihak manajemen Bank Century, termasuk dari tim treasury-nya. Ia menduga ada prosedur pengelolaan treasury terhadap dana pihak ketiga (DPK) masyarakat yang dikelola tidak berdasarkan porsi portofolio yang benar.
Β 
"Alasan mereka itukan pengurangan aset, artinya ada portofolio yang dipegang Century yang sekarang portofolionya sedang turun," katanya.
Β 
Menurutnya yang bisa dilakukan oleh BI adalah melakukan investigasi antara lain terkait penegakan ketentuan BI dalam PBI mengenai alokasi dana pihak ketiga (DPK) termasuk soal ketentuan di bawah UU Perbankan mengenai pengelolaan dana.
Β 
"Bahkan kalau perlu melibatkan PPATK, mencari kemungkinan ada upaya pencucian uang soal penempatan aset uangnya berputar kemana," katanya.
Β 
Yanuar menjelaskan pengelolaan dana DPK yang lazim sesuai jalurnya lewat mekanisme treasury yaitu di SBI atau SUN yang justru kondisinya sekarang ini tidak terjadi penurunan. sehingga alasan penurunan aset dikatakannya tidak relevan. (hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads