Hal tersebut disampaikan Ketua DPR Agung Laksono dalam rapat paripurna pembukaan masa sidang II tahun 2008-2009 di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/11/2008).
"Dewan berpendapat, kiranya arsitektur perekonomian dunia saat ini mengalami perubahan. Devisa bebas perlu diubah menjadi devisa terkendali sehingga lalu lintas valas bisa diawasi," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agung menambahkan, sebagai akibat dari krisis sejumlah sektor tertekan seperti sektor komoditi, properti dan finansial. Sektor industri pada karya yang berlokasi di beberapa wilayah sudah mulai kolaps karena hasil produksinya tidak dapat dipasarkan.
"Sektor properti mengalami kesulitan karena tingginya bunga bank. Masyarakat menengah ke bawah sulit menerima kredit perumahan, sektor riil yang seharusnya jadi andalan mengalami perlambatan pertumbuhan," katanya.
(qom/ddn)










































