Hal ini dikatakan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (24/11/2008).
"Biasanya kalau investor khawatir yield-nya naik. Rupiah kan juga cenderung melemah. Imbasnya yaitu kuotasi, hari ini juga kelihatannya naik ada yang sampai 18% (yield)," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak faktor karena sentimen, saat ini kan pasar di seluruh dunia memburuk, sektor riil juga sudah kena di Amerika. Seperti GM (General Motor), Chrysler, Ford, kan sudah kena dan banyak lagi. Itu membuat pasar itu jittery," katanya.
Selain itu, Rahmat juga mengatakan banyak investor yang melepaskan SUN-nya untuk dicairkan, sehingga ini berpengaruh kepada penurunan harga dan kenaikan yield SUN pemerintah.
Β
"Jadi semakin banyak yang menarik dana, artinya investor sedikit melepas (SUN) tetapi tidak banyak sih," jelasnya.
Menurutnya, kenaikan yield SUN ini terlihat pada kuotasi yield SUN hari ini.
"Jadi orang mau lepas SUN tidak bisa sehingga kuotasi jadi naik. Lalu harganya dimurahin berharap ada yang mengambil, tetapi ternyata meskipun harga murah banyak yang tidak mau mengambil dan ini mempengaruhi kuotasi," pungkasnya.
(dnl/ddn)











































