Hal tersebut disampaikan Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto usai penandatanganan perjanjian pinjaman dengan AFD di Graha Sawala, Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (25/11/2008).
"Itu bentuknya sukarela, kita tawarkan saja sekaligus kepada mereka, kita berikan kesempatan agar Pemda bisa mengelola kasnya secara lebih baik, sebab, kita melihat banyak dana Pemda yang ditempatkan di SBI dan masih banyak daerah yang masih memiliki cash surplus," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun depan kita akan mulai aktif menawarkan kepada mereka, kalau perlu kita bisa tukar SBI yang mereka pegang dengan SBN, apakah itu Sukuk atau SUN," ujarnya.
Sukuk Ritel dan Sukuk Global
Mengenai penerbitan sukuk ritel di dalam negeri, Rahmat belum bisa menyebutkan berapa targetnya, penerbitan sukuk ritel tergantung dari kemampuan agen penjual dalam menerbitkan sukuk ritel. Agen penjual sukuk ritel sendiri baru diseleksi Depkeu mulai hari ini.
Sementara untuk penerbitan sukuk global, pemerintah masih menunggu waktu yang tepat.
"Timing-nya kita lihat kapan yang paling tepat, karena situasi pasar masih sangat volatile, dan market dinamis, kesempatan itu akan datang cepat dan hanya dalam waktu yang singkat, jadi kita siap setiap saat," ujarnya. (ddn/ir)










































