Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menjadi keynote speaker dalam seminar ekonomi di Ritz Carlton, Jakarta, Jumat (28/11/2008).
Wapres pun mencontohkan kasus Bank Century, dimana si pemegang saham pengendali yakni Robert Tantular sudah ditahan setelah bank tersebut mengalami kesulitan likuiditas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau pemegang sahamnya tidak macam-macam, maka aman. Jadi yang pertama sekarang, siapa yang macam-macam ambil," imbuh Kalla yang disambut tawa para hadirin.
Kalla pun mencontohkan kasus penyelewengan dana BI senilai Rp 100 miliar, yang menyebabkan mantan Gubernur dan Deputinya ditahan.
"Masak (mantan) gubernur bank sentral Indonesia masalahnya Rp 100 miliar 6 orang ditangkap? Masak 1 bank Rp 3 triliun diambil, kita tidak apa-apain? Tidak adil dunia ini, hukum harus jalan. Makanya jangan macam-macam bank itu. Kalau Anda tidak macam-macam, aman. Ya kan?" ujar Kalla lagi.
"Makanya hukum yang harus ditegakkan. Bukan berarti menjamin semua... brengsek pun dijamin, tidak. Masak menjamin orang brengsek. Pokoknya rumah tahanan yang menjamin. Itu rumusannya. Kita tidak ingin negara ini dirusak oleh orang-orang yang berperilaku bermasalah," ketus Kalla.
(qom/ddn)











































