LPS Akui Kesulitan Tentukan Acuan Kurs di Bank Century

LPS Akui Kesulitan Tentukan Acuan Kurs di Bank Century

- detikFinance
Senin, 01 Des 2008 15:26 WIB
LPS Akui Kesulitan Tentukan Acuan Kurs di Bank Century
Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang kini menjadi pemilik Bank Century mengakui adanya kesulitan dalam menentukan kurs acuan khususnya pada dolar AS saat ini.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani kepada detikFinance, Senin (1/12/2008).

"Untuk dolar AS memang agak rumit, kita tahu sekarang cari dolar AS agak susah, kemudian dengan kurs yang terus bergerak juga sulit menentukan berapa besaran kurs yang digunakan," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Firdaus mengatakan untuk menentukan besaran kurs, saat ini di Bank Century sebenarnya telah dibentuk Business Command Center (BCC). "Ada delapan orang di dalam BCC yang ada hanya di kantor pusat Bank Century, mereka yang menentukan berapa nilai kurs," ujarnya.

"Tapi selain itu kita memang juga sangat hati-hati dalam melayani penarikan dana dalam dolar, karena kan memang ada persyaratannya," tambahnya.

Sementara itu untuk sulitnya layanan RTGS atau transfer, Firdaus juga mengakui memang ada kesulitan. Hal ini terjadi karena pada tanggal 13 November memang begitu banyak antrean transfer yang terjadi, apalagi pada saat itu Bank Century gagal kliring.

"Jadi sebelum diambilalih oleh pemerintah, begitu banyak jumlah transfer. Rupanya di bank tersebut ternyata sudah banyak antrean transfer," jelasnya.

Karena itu, dikatakan Firdaus manajemen Bank Century yang baru saat ini sedang bekerja keras untuk mengatur banyaknya antrean transfer sampai saat ini, yang disesuaikan dengan kondisi likuiditas.

"Kalau semuanya langsung diselesaikan nanti bagaimana likuiditasnya, jadi manajemen Bank Century akan menyelesaikannya secara bertahap sesuai dengan likuiditasnya. Nasabah tidak perlu khawatir, karena bank ini sudah dijamin oleh pemerintah," tukasnya. (dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads