Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam rapat dengan Komisi XI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2008).
"Tidak ada penerbitan SUN sejak Oktober 2008, penerbitan sukuk valas ditunda," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sri Mulyani mengatakan dalam rangka membiayai defisit 2009 yang sebesar 1% atau Rp 51,3 triliun, pemerintah akan meningkatkan sumber-sumber pembiayaan bilateral dan multilateral untuk pinjaman proyek dan program.
"Kemudian diversifikasi SUN dan Sukuk untuk memperluas basis investor," tambahnya.
Di tempat yang sama, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu mengatakan pemerintah saat ini tengah melakukan penjajakan untuk mendapatkan pembiayaan siaga (stand by loan) untuk berjaga-jaga jika pembiayaan lewat SUN tidak bisa dilakukan karena pasar tidak bagus.
"Kebutuhan SUN netto di 2009 adalah Rp 54,7 triliun dan gross Rp 96,6 triliun, jadi stand by loan untuk jaga-jaga," ujarnya.
Anggito menegaskan pemerintah akan menerbitkan obligasi valas di 2009 mulai semester II-2009, karena semester I-2009 pasar diperkirakan masih belum kondusif akibat second round effect dari krisis yang terjadi. (dnl/qom)











































