Hal ini disampaikan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2008).
"Sukuk ritel ini rencananya akan diterbitkan pada akhir Februari 2008, sebagai diversifikasi instrumen dengan memperluas basis investor individu," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk proses seleksi agen penjual, Rahmat mengatakan pada saat penutupan penyerahan proposal agen penjual kemarin, sudah ada sekitar 13 perusahaan efek dan 8 bank yang memasukkan proposalnya.
"Sekarang lebih banyak perusahaan efek yang mendaftar, untuk bank dari 8 ada 2 diantaranya adalah bank syariah. Ini memperlihatkan bahwa bank itu masih mempertahankan nasabah atau deposannya. Ini sebenarnya sudah terlihat pada penjualan ORI004 kemarin dimana para agen penjual tidak bisa meraih target yang mereka tetapkan," tuturnya.
Sementara itu, untuk penerbitan ORI di 2009 Rahmat mengatakan pemerintah baru berencana untuk menerbitkan ORI pada semester II-2008.
(dnl/qom)










































