Hal ini dikatakan oleh Anggota Komisi XI DPR RI Dradjad Wibowo dalam rapat kerja bersama Menteri Keuangan dan Gubernur BI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2008).
"BI harus menata ulang sistem pengawasan perbankan, karena yang menjadi titik lemah BI adalah di sini," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya dari dulu saya sudah menyarankan agar Bank Century dilikuidasi saja pada saat mau dimerger antara CIC dan Pikko. Kalau melihat track record dari pemilik dan manajemennya, harusnya tiada ampun dalam untuk mereka, tapi BI takut karena nanti menimbulkan persepsi di masyarakat. Tapi sekarang akhirnya BI yang terkena getahnya," tuturnya.
Dia juga mengatakan masih banyak persoalan Bank Century yang belum disampaikan kepada publik oleh BI. "Masalah Century ini belum semuanya disampaikan kepada publik. Karena lemahnya pengawasan perbankan ini, nanti jangan-jangan orang bisa berpikir Erick adalah pahlawan," katanya.
Dradjad juga menyebutkan lemahnya pengawasan BI terhadap perbankan terlihat dari produk-produk valas yang ditawarkan oleh perbankan. "Saya setuju BI melarang, tapi kenapa baru sekarang, setelah banyaknya pihak yang terjebak dalam produk tersebut," imbuhnya.
Usai rapat, Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad mengatakan BI akan terus mengawasi produk-produk valas ini. "Akan kami awasi, jumlah produknya banyak," tukasnya. (dnl/ir)











































