BI Jangan Takut Pangkas BI Rate

BI Jangan Takut Pangkas BI Rate

- detikFinance
Kamis, 04 Des 2008 09:05 WIB
BI Jangan Takut Pangkas BI Rate
Jakarta - Penurunan suku bunga acuan atau BI Rate dinilai sudah waktunya. Bank Indonesia diminta jangan berlindung di balik alasan fluktuasi rupiah demi menahan posisi BI Rate yang kini di level 9,5%.

"BI nggak perlu takut lagi menurunkan BI Rate, kalau alasan bisa memicu keluarnya dolar AS itu sudah tidak relevan lagi karena dolar AS sudah lama keluar," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi ketika dihubungi detikFinance, Kamis (4/12/2008).

Turunnya inflasi di November yang menjadi 0,12% dari Oktober sebesar 0,45% menurut Sofjan bisa jadi momentum penurunan BI Rate. Minimal BI memberikan sinyal penurunan suku bunga ini sebagai upaya mengurangi keleseuan ekonomi akibat krisis global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau BI Rate turun itu lebih banyak positifnya dari pada negatifnya, sektor riil benar-benar berharap ada stimulus berupa penurunan bunga ini," ujar Sofjan.

BI juga akan terlihat aneh sendiri jika menjaga ekonomi Indonesia dengan tidak menurunkan BI Rate, karena tren negara di dunia justru memangkas suku bunganya untuk menstimulus ekonomi yang sedang jatuh.

Sofjan berharap penurunan BI Rate kali ini bisa mencapai 50 basis poin sehingga dampaknya lebih terasa untuk sektor riil. Karena tingginya bunga kredit saat ini telah membebankan gerak sektor riil ditambah ketatnya likuiditas.

Saat ini kata Sofjan, rata-rata suku bunga kredit dari bank terhadap pengusaha besar di kisaran 12%-15%, pengusaha menengah 18% dan untuk konsumen 24%.

"Memang penurunan BI Rate tidak langsung dirasakan butuh waktu 3 bulan untuk penyesuaiannya, tapi secara langsung memberikan efek psikologis untuk masyarakat bahwa beratnya suku bunga mulai sedikit berkurang," katanya.
(ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads