"Kami telah minta pada debitor kredit dalam mata uang dolar agar kreditnya bisa dikonversi ke rupiah. Sejauh ini sudah dikonversi sekitar US$ 100 juta," ungkap Direktur Utama BNGA, Arwin Rasyid dalam acara Coffe Morning di Graha Niaga, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Kamis (4/12/2008).
Arwin menjelaskan, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar yang cenderung melemah mendorong industri perbankan harus mengubah skema kucuran kredit yang berdenominasi dolar. Kucuran kredit dolar harus diperhitungkan dan dilakukan secara berhati-hati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga triwulan III-2008, perseroan telah mengucurkan kredit dolar sebesar US$ 1 miliar. Sebagaimana dikatakan Arwin, hingga akhir November 2008, perseroan telah berhasil mengkonversi kredit dolar sebesar US$ 100 juta sehingga portofolionya kini tersisa US$ 900 juta.
"Program konversi ini akan kami lakukan terus hingga akhir tahun," jelas Arwin. (dro/ir)











































