Demikian disampaikan Direktur Utama BNI Gatot M Suwaondo disela-sela penandatanganan kolaborasi dengan Standard Chartered Bank di Hotel Shangri-la, Jakarta, Kamis (4/12/2008).
"Kalau bisa BI Rate lebih baik turun, kalau turun jangan terlalu drastis, sekitar 50 basis poin. Karena kita harus ngerti juga posisi BI. Kalaupun dia buat keputusan untuk menaikkan, ada alasannya, kita harus ngerti," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau pada saat seperti sekarang dengan tingkat bunga yang sekarang, dalam beri kredit BNI masih mengukur repayment. Bagaimana kapasitas repayment-nya dari nasabah. Dengan tingkat bunga seperti ini masuk tidak," katanya
Namun menurut Direktur Treasury and International BNI Bien Subiyantoro, dampak penurunan BI Rate tidak akan langsung terasa secara instan. Setidanya ada jeda sekitar 3 bulan sampai akhirnya penurunan BI Rate berdampak ke bunga kredit.
"Karena bagaimana pun BI Rate juga menjadi acuan suku bunga komersial antar bank dan customer. Penurunan BI Rate memang akan menurunkan suku bunga kredit meski tidak instan. Nggak langsung terasa, biasanya sekitar 3 bulan," katanya.
Gatot menambahkan, walaupun perekonomian sedang melemah, namun kredit BNI terutama untuk UKM tumbuh hampir Rp 2 triliun sepanjang Oktober dan November.
(lih/ir)











































