Perbankan Minta BI Rate Turun 0,5%

Perbankan Minta BI Rate Turun 0,5%

- detikFinance
Kamis, 04 Des 2008 11:47 WIB
Perbankan Minta BI Rate Turun 0,5%
Jakarta - Kalangan perbankan meminta Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate sekitar 50 basis poin. Bagi perbankan, BI Rate jangan diturunkan secara drastis, namun harus bertahap.

Demikian disampaikan Direktur Utama BNI Gatot M Suwaondo disela-sela penandatanganan kolaborasi dengan Standard Chartered Bank di Hotel Shangri-la, Jakarta, Kamis (4/12/2008).

"Kalau bisa BI Rate lebih baik turun, kalau turun jangan terlalu drastis, sekitar 50 basis poin. Karena kita harus ngerti juga posisi BI. Kalaupun dia buat keputusan untuk menaikkan, ada alasannya, kita harus ngerti," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Gatot, dengan adanya penurunan BI Rate maka akan meringankan suku bunga kredit saat ini sehingga bisa mendorong perputaran kredit di dalam negeri.

"Kalau pada saat seperti sekarang dengan tingkat bunga yang sekarang, dalam beri kredit BNI masih mengukur repayment. Bagaimana kapasitas repayment-nya dari nasabah. Dengan tingkat bunga seperti ini masuk tidak," katanya

Namun menurut Direktur Treasury and International BNI Bien Subiyantoro, dampak penurunan BI Rate tidak akan langsung terasa secara instan. Setidanya ada jeda sekitar 3 bulan sampai akhirnya penurunan BI Rate berdampak ke bunga kredit.

"Karena bagaimana pun BI Rate juga menjadi acuan suku bunga komersial antar bank dan customer. Penurunan BI Rate memang akan menurunkan suku bunga kredit meski tidak instan. Nggak langsung terasa, biasanya sekitar 3 bulan," katanya.

Gatot menambahkan, walaupun perekonomian sedang melemah, namun kredit BNI terutama untuk UKM tumbuh hampir Rp 2 triliun sepanjang Oktober dan November.

(lih/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads