Demikian penjelasan Gubernur BI Boediono usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung di Gedung BI, Jakarta, Kamis (4/12/2008).
Dewan Gubernur memandang dampak krisis keuangan global semakin nyata. Seperti terlihat pada perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia 2009 yang merosot dari 3% menjadi 2,2%, yang mulai terasa pengaruhnya pada perekonomian Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penurunan tekanan inflasi ini diprakirakan akan terus berlanjut pada tahun 2009. Target inflasi 2009 sebesar 6,5%-7,5% diperkirakan akan tercapai dan bahkan terbuka kemungkinan untuk mendekati batas bawah," katanya.
Di sisi nilai tukar, Bank Indonesia juga senantiasa berada di pasar untuk mengawal perkembangan nilai tukar melalui kebijakan stabilisasi di pasar valas guna mengurangi volatilitas rupiah.
Kinerja industri perbankan nasional secara umum tetap mantap, seperti tercermin berbagai indikator utama perbankan seperti CAR dan NPL. Sementara itu, mulai terlihat adanya kecenderungan penurunan kredit perbankan.
Dengan mempertimbangkan perkembangan perekonomian domestik tersebut, lanjut Dyah, maka keputusan untuk menurunkan BI Rate ke level 9,25% diharapkan dapat menjaga gairah di sektor usaha di tengah melesunya perekonomian global, dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi.
(qom/ir)











































