Cadangan Devisa RI Turun Lagi Jadi US$ 50,2 Miliar

Cadangan Devisa RI Turun Lagi Jadi US$ 50,2 Miliar

- detikFinance
Kamis, 04 Des 2008 15:14 WIB
Cadangan Devisa RI Turun Lagi Jadi US$ 50,2 Miliar
Jakarta - Cadangan devisa Indonesia kembali turun menjadi US$ 50,2 miliar. Penyebabnya adalah adanya pembayaran utang luar negeri pemerintah dan terjadinya revaluasi mata uang.

"Cadangan devisa kita saat ini sekitar US$ 50,2 miliar. Tapi dalam situasi sekarang, Anda jangan terlalu melihat angka ini, karena dengan situasi dimana outflow dan inflow naik turunnya drastis, jadi cadangan devisa itu bisa turun naik," jelas Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono di Gedung BI, Jakarta, Kamis (4/12/2008).

Menurut Hartadi, penurunan cadangan devisa ini cukup tajam dibandingkan dengan posisi per Juli yang mencapai US$ 60 miliar. Jika dibandingkan posisi cadangan devisa per akhir Oktober, berarti cadangan devisa turun hingga US$ 380 juta dalam sebulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini karena karena revaluasi mata uang. Jadi dengan adanya perubahan mata uang-mata uang dunia saat ini, kan kita pegangnya bukan dolar saja, ada yen, ada euro dsb. Dan nilainya berubah atas dolar, ini menyebabkan revaluasi di cadangan devisa kita," imbuh Hartadi.

Namun demikian, menurut Hartadi, kemungkinan hingga akhir tahun 2008 cadangan devisa akan bertambah lagi sekitar US$ 2 miliar.

"Sampai Desember ada kemungkinan cadangan devisa naik lagi karena ada disbursment utang luar negeri yang belum ditarik pemerintah dari Bank Dunia, kalau tidak salah US$ 2 miliar," katanya.

Berikut posisi cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir seperti dikutip detikFinance dari situs BI:

  •    Akhir Desember 2007: US$ 56,920 Miliar
  •    Akhir Januari : US$ 55,999 Miliar
  •    Akhir Februari :US$ 67,125 Miliar
  •    Akhir Maret : US$ 58,987 Miliar
  •    Akhir April: US$ 58,770 Miliar
  •    Akhir Mei: US$ 57,464 Miliar
  •    Akhir Juni: US$ 59,453 Miliar
  •    Akhir Juli : US$ 60,563 Miliar
  •    Akhir Agustus: US$ 58,358 Miliar
  •    Akhir September: US$ 57,108 Miliar.
  •    Akhir Oktober: US$ 50,580 Miliar.







  (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads