Demikian hal tersebut disampaikan oleh Wakil Direktur Utama BTN Evi Firmansyah usai acara pemberian bea siswa di Menara BTN, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta, Kamis (4/12/2008).
"NPL tahun ini membaik. Tapi kemungkinan tahun depan meningkat karena diperkirakan adanya gelombang PHK yang datang sehingga kemampuan nasabah mencicil akan berkurang," katanya.
Ia mengatakan, hingga akhir November 2008 posisi NPL BTN berada di level 3,92 persen. Namun Ia enggan mengatakan sampai seberapa besar lonjakan peningkatan NPL tersebut.
Menurutnya, perseroan sudah mengambil beberapa langkah antisipasi. Salah satunya dengan cara lebih selektif memberikan kredit kepada beberapa sektor industri.
"Sudah ada antisipasi yang kita lakukan. Ada sektor- sektor tertentu yang kita lebih hati-hati sekarang, anda tahu sendiri seperti sektor tekstil, sepatu dan garment itu kan rentan," jelasnya.
Namun bukan berarti BTN tidak akan berhenti mengucurkan dana kepada sektor tersebut. Ia mengatakan, cara yang akan digunakan yaitu memakai stress test.
"Kita coba kasih suku bunga tinggi mereka kuat enggak? Tapi kita mesti lihat dulu kalau industrinya sudah mengurangi tenaga kerja kan kita harus hati-hati susah juga cicilannya," jelasnya. (ang/qom)











































