Direktur Keuangan Antam, Djaja Tambunan mengatakan, Antam selalu menggunakan pendekatan konservatif di dalam mengkaji instrumen lindung nilai valas yang dapat meminimalisir eksposur perusahaan terhadap risiko valas.
Tujuan utama manajemen Antam adalah untuk menciptakan nilai bagi pemegang saham dengan berfokus pada kompetensi utama sebagai perusahaan pertambangan terintegrasi terbesar di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antam memperkirakan volatilitas ekonomi global akan berlanjut di tahun 2009. Antam telah mengambil setiap langkah yang diperlukan untuk memastikan bisnis perusahaan tetap berjalanbaik dan berkelanjutan di tengah fluktuasi tingkat suku bunga dan mata uang.
"Antam tidak pernah melakukan lindung nilai valas yang bersifat spekulatif, dan tetap mematuhi kebijakan perusahaan dalam batasan lindung nilai sebesar maksimum 30% dari modal kerja bulanan. Seluruh kontrak lindung nilai Antam jatuh tempo di bulan Desember 2008," tegas Djaja.
Antam akan tetap memiliki posisi kas yang kuat pada akhir tahun 2008 sehingga rencana capital expenditure tahun 2009 tidak akan terganggu. Antam juga terus mengkaji berbagai kesempatan yang muncul dalam pengembangan sumber daya komoditas emas, bauksit dan batubara, serta secara bersamaan meminimalisir pengeluaran biaya dan meningkatkan efisiensi.
Salah satu inisiatif utama Antam adalah menyelesaikan proyek PLTU yang akan secara signifikan menurunkan biaya pengolahan feronikel.
Β
Masalah sejumlah BUMN tersangkut produk spekulatif perbankan itu sebelumnya diungkapkan oleh anggota Komisi XI DPR RI Dradjad H Wibowo dalam kesempatan rapat kerja dengan menteri keuangan, Selasa (2/12/2008) lalu.
Menurut Dradjad, Empat bank disinyalir menawarkan produk dual currency yang sifatnya spekulatif. Produk-produk ini diperkirakan memiliki potensi transaksi mencapai US$ 3 miliar yang berpengaruh terhadap stabilitas nilai tukar rupiah.Padahal produk-produk tersebut sudah dilarang beredar oleh Bank Indonesia.
Menneg BUMN sudah memanggil 4 BUMN yang diduga memiliki produk spekulatif tersebut. Namun setelah dilakukan klarifikasi, Menneg BUMN bisa memastikan bahwa BUMN-BUMN bersih dari produk yang sifatnya spekulatif. BUMN yang disebut Dradjad yakni PGN, Krakatau Steel sebelumnya juga telah menegaskan tak memiliki produk tersebut.
(qom/qom)











































