"Akan tetap kita pertahankan dan terus kita kembangkan menjadi Rp 14 triliun. Kita harapkan, ini bisa terus disalurkan ke masyarakat," ujar Presiden SBY saat jumpa pers usai mengikuti evaluasi KUT di Gedung Bank BRI, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (5/12/2008).
Pada tahun 2008 ini, KUR menyalurkan kredit ke masyarakat senilai Rp 12 triliun dengan jumlah peminjam mencapai lebih dari 1,5 juta orang. Pada 2009 nanti, SBY mengupayakan jumlahnya ditambah lagi menjadi Rp 2 triliun sehingga mencapai Rp 14 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan ini, SBY menyerukan kepada masyarakat untuk mengkonsumsi barang dan jasa yang diproduksi oleh dalam negeri. Dengan ini, perekonomian dalam negeri tetap bisa tumbuh meskipun dunia saat ini sedang dilanda krisis finansial.
SBY menambahkan, saat Indoensia dilanda krisis ekonomi pada 1998 lalu, justru sektor-sektor ekonomi mikro yang tahan menghadapi ancaman krisis. Oleh karena itu, dengan memberikan KUR kepada rakyat kecil, diharapkan sektor riil tetap bisa tumbuh.
Lebih lanjut, dia mengatakan, pemerintah akan mengekspansi fiskal. Dengan demikian proyek-proyek pembangunan infrastruktur akan terus dilanjutkan. Demikian juga proyek-proyek baru yang menyerap banyak tenaga kerja bisa diciptakan.
(anw/qom)











































