BI Waspadai Kenaikan NPL

BI Waspadai Kenaikan NPL

- detikFinance
Selasa, 09 Des 2008 14:17 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengaku terus mewaspadai perkembangan industri perbankan seiringΒ  perekonomian global yang belum terlihat akan membaik. Kredit macet atau NPL (non performing loan) pun diperkirakan akan naik karena banyak nasabah yang kehilangan kemampuan membayar.

Demikian disampaikan Gubernur Bank Indonesia Boediono dalam rapat dengan Komisi XIΒ DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/12/2008).

"Potensi menurunnya debt repayment capacity dari pelaku ekonomi secara keseluruhan berdampak pada kemungkinan peningkatan NPL perbankan ke depan," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Boediono mengatakan risiko kredit pada saat ini memang masih tergolong rendah, namun memburuknya perekonomian global perlu diantisipasi karena bisa memicu peningkatan risiko kredit ke depan.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi XI DPR Dradjad Wibowo mengatakan setidaknya ada 3 sektor yang perlu diwaspadai bank akan timbulnya NPL.

"Sektor perkebunan khususnya CPO, sektor pertambangan dan properti karena mereka paling terkena dampak krisis ini," jelasnya.

Selain ketiga sektor itu, jenis kredit konsumsi juga harus diwapadai perbankan, khususnya sepeda motor.

"Gelombang PHK membuat mereka yang kredit motor bisa kesulitan likuiditas, bank harus mengantisipasi dengan memperlunak term pembayarannya agar NPL tidak terjadi," paparnya.

Untuk 2009 sendiri, Dradjad memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan hanya akan mencapai 15-18%. "Ini cukup lumayan di tengah kondisi ekonomi yang melambat. Pertumbuhan ekonomi 2009 juga saya proyeksinya hanya 4% sampai 4,5%, karena ekonomi AS baru mencoba pulih," jelasnya.

(dnl/lih)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads