Namun Fitch tetap menyoroti rasio pinjaman bermasalah BNI yang masih berada di atas rata-rata industri pada akhir September 2008 sementara rasio permodalan masih lebih rendah.
Melihat kondisi itu Fitch Ratings menegaskan peringkat BNI sebagai berikut: peringkat jangka panjang mata uang asing dan mata uang lokal (Issuer Default Rating) di 'BB' dengan prospek stabil, peringkat jangka pendek mata uang asing IDR di 'B', peringkat nasional jangka panjang di 'AA- (idn) ' (AA minus (idn)) dengan prospek stabil, peringkat individual di 'D', peringkat dukungan di '3' dan batas bawah peringkat dukungan di 'BB-' (BB minus).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
rasio pinjaman bermasalah BNI masih berada di atas rata-rata industri pada akhir September 2008 sementara rasio permodalan masih lebih rendah," bunyi siaran pers Fitch Rating, Kamis (11/12/2008).
Profitabilitas BNI dengan tingkat pengembalian rata-rata (ROA) sebelum pajak sedikit membaik menjadi 0,9% pada sembilan bulan pertama tahun 2008 dari 0,8% pada tahun 2007. Namun masih berada di bawah rata-rata bank sekelas sebesar 2,6% pada tahun 2007 disebabkan oleh kenaikan pencadangan, dimana rasio pencadangan terhadap pinjaman bermasalah naik menjadi 105%.
Margin bunga bersih (berdasarkan perhitungan Fitch) naik menjadi 5,5% pada triwulan III-2008 karena perbaikan pada komposisi aset dan pembiayaan, namun masih berada di bawah rata-rata bank sekelas sebesar 6,1% pada tahun 2007. Pinjaman naik sebesar 21% di 9M08 dengan meningkatnya eksposur ke segmen dengan tingkat bunga yang lebih tinggi yaitu SME dan konsumen menjadi 64% dari total pinjaman dari 28% pada akhir tahun 2001. Pinjaman dalam mata uang asing turun menjadi 19,6% dari total pinjaman pada akhir September 2008 (2007: 26,3%) yang
sebagian besar dibiayai oleh simpanan dalam mata uang asing.
Pinjaman bermasalah turun menjadi 6,7% dari total pinjaman kotor pada akhir kuartal ketiga tahun 2008 disebabkan oleh penurunan pinjaman bermasalah pada semua sektor dan total pinjaman yang lebih besar. Namun demikian, rasio pinjaman bermasalah masih berada di atas industri rata-rata sebesar 4,1% pada akhir semester pertama tahun 2008. Dengan keadaan operasional yang lebih sulit, pertumbuhan pinjaman dan kualitas
aset di perkirakan akan mengalami penurunan. Oleh karena itu, manajemen yang baru mengambil kebijakan pencadangan yang lebih konservatif dengan menaikkan rasio pencadangan menjadi sebesar 105% dari pinjaman bermasalah pada akhir September 2008.
Total CAR dan Tier-1 BNI turun menjadi sebesar 13,9% dan 10,4% pada akhir September 2008 dan berada di bawah total CAR industri sebesar 17,6% diantaranya disebabkan oleh pertumbuhan pinjaman yang cepat. Fitch mencermati bahwa BNI memiliki eksposur ke surat berharga dalam mata uang asing sebesar 2,4 triliun rupiah (1,3% dari total aset dan 16,2% dari total modal) pada akhir September 2008 termasuk eksposur langsung dan tidak langsung ke Lehman Brothers. Menurut manajemen, pencadangan penuh untuk eksposur ini telah di lakukan.
(ir/lih)











































