"Transaksi demikian tidak dilakukan dengan spekulatif melainkan sebagai upaya lindung nilai dari transaksi perbankan yang merupakan underlying transaksi tersebut," kata Wakil Direktur Utama Bank Danamon, Jos Luhukay dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (11/12/2008).
Jos menegaskan hal itu, karena adanya pemberitaan ada bank-bank yang melakukan transaksi spekulatif yang membuat nasabah banyak yang terjebak. Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Anggota Komisi XI DPR Dradjad Wibowo dalam rapat dengan Menteri Keuangan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2008) mengatakan produk yang mereka jual ke nasabah dengan jaminan deposito itu adalah callable forward dan knock out forward weekly accumulator. Produk ini dinilai bisa menciptakan artificial demand terhadap dolar yang menyebabkan dolar terus menguat dan rupiah terpuruk. (ir/qom)











































