Perbankan Dunia Tekor US$ 980 Miliar Akibat Krisis

Perbankan Dunia Tekor US$ 980 Miliar Akibat Krisis

- detikFinance
Kamis, 11 Des 2008 15:40 WIB
Perbankan Dunia Tekor US$ 980 Miliar Akibat Krisis
Jakarta - Kerugian perbankan (structured credit losses) dunia selama gejolak krisis global hingga Desember 2008 mencapai US$ 980,9 miliar. Namun di sisi lain perbankan dunia juga mendapat tambahan modal (capital raised) hingga US$ 893,3 miliar.

Dari semua perbankan yang 'tekor' di seluruh dunia, kerugian perbankan AS menempati posisi tertinggi yaituΒ  US$ 668,7 miliar dengan tambahan modal hingga US$ 544 miliar.

Selanjutnya disusul perbankan Eropa yang kerugiannya mencapai US$ 282,1 miliar dengan tambahan modal US$ 304,6 miliar. Sementara perbankan Asia hanya mengalamai kerugian US$ 30,1 miliar dan tambahan modal US$ 44,7 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini disampaikan oleh Kepala Ekonom Bank Mandiri Mirza Adityaswara dalam acara Makro Ekonomi Outlook 2009, di Jakarta, Kamis (11/12/2008).

"US$ 30,1 miliar untuk perbankan Asia sebenarnya itu lebih kecil dampaknya," katanya.

Kerugian ini, menurut Mirza, karena adanya peningkatan kredit macet (NPL) yang signifikan. Untuk itulah banyak bank-bank yang memerlukan injeksi dana atau rekapitalisasi untuk merestrukturisasi NPL.

"Sepanjang rekapitalisasi belum selesai maka perbankan global akan melakukan de-leveraging yaitu mengurangi eksposure kredit di emerging market," jelasnya.

Untuk itu, sangat penting bagi perbankan Indonesia untuk menjalankan prinsip kehati-hatian (pruden) yang nantinya akan mempengaruhi persepsi risiko perbankan global terhadap perbankan Indonesia.

(hen/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads