Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua V Bidang Teknologi dan Informasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Febrizal Rahmana usai Acara Reuni Akbar Senior HIPMI di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (11/12/2008) malam.
"Ya itu akan menurunkan bunga kredit pinjaman dan itu akan mendorong dunia usaha. Logikanya apabila bunga turun, usaha menggeliat kan," ujarnya kepada detikFinance.
Ia mengatakan, dengan turunnya suku bunga acuan tersebut, kini para pengusaha lebih nyaman untuk mencari pinjaman perbankan tanpa khawatir bunga pembayaran yang begitu tinggi seperti beberapa waktu lalu.
"Waktu suku bunga dinaikkan jadi 9,5%, bunga pinjaman kan minimal 16 persen sekarang bisa menjadi 14,5% lagi," jelasnya.
Ia mengatakan, sudah seharusnya pemerintah memberikan kemudahan kepada para pengusaha sektor riil, salah satunya dengan menurunkan bunga pinjaman. Menurutnya, perekonomian Indonesia bisa cepat pulih jika didukung oleh sektor riil. (ang/lih)











































