Direktur Surat Berharga Negara Bhimantara Widyajala mengatakan dampak dari krisis finansial global yang terjadi saat ini memang telah berpengaruh kepada turunnya kepemilikan asing di SUN.
"Ini terlihat pada penurunan asing pada Oktober 2008 dimana kepemilikan asing menjadi Rp 92,81 triliun dari posisi di September 2008 yang sebesar Rp 105,49 triliun. Tapi investor domestik sudah makin pandai mereka tidak ikut-ikutan," tuturnya dalam acara Investor Gathering di Graha Sawala Komplek Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (12/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun 2008 sendiri total penerbitan SUN baik konvensional dan sukuk di dalam negeri sampai saat ini adalah Rp 86,931 triliun, lalu untuk SUN internasional jumlah penerbitan adalah US$ 4,3 miliar.
Sementara BI dalam Tinjauan Kebijakan Moneter November menyatakan, kinerja pasar SUN mulai membaik yang ditandai dengan penurunan tipis yield SUN secara bulanan. Secara rata-rata, yield SUN untuk seluruh tenor mencapai 15,17% pada posisi akhir November 2008 atau turun tipis sebesar 15 bps dari posisi akhir Oktober 2008.
BI menyatakan, penurunan yield SUN tidak lepas dari kebijakan pembelian SUN oleh BI dan kondisi pasar SUN yang masih kompetitif. Meskipun pembelian SUN yang dilakukan oleh BI relatif kecil, namunhal tersebut mampu memberikan sinyal yang memadai terhadap intensi Bank Sentral membantu kinerja SUN.
Di samping itu, kondisi pasar SUN yang relatif kompetitif tercermin dari yield SUN 10 tahun yang lebih tinggi dibandingkan asset domestik lainnya seperti earning yield saham, deposito dan SBI.
Masih positifnya interest rate differential antara yield SUN 10 tahun dan US Government Bond 10 tahun serta perbandingan riil interest rate terhadap inflasi juga turut menunjukkan bahwa SUN berada dalam kondisi yang kompetitif. (dnl/qom)











































