"Underlying total berupa tanah dan bangunan milik depeku yang telah disiapkan itu Rp 13,6 triliun, apabila itu masih kurang kita sudah sediakan aset Gelora Bung Karno Rp 51 triliun, tapi kemungkinan tidak sepenuhnya tergantung kebutuhannya. Tapi yang Rp 51 triliun itu yang syariah compliance sekitar Rp 20-an triliun," kata Direktur Surat Berharga Syariah Dahlan Siamat acara Investor Gathering di Graha Sawala Komplek Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (12/12/2008).
Meski ditargetkan terbit pada triwulan I-2009, untuk penerbitannya, menurut Dahlan tetap akan melihat situasi pasar. "Tapi juga masih sangat tergantung kepada kondisi market, kita akan melihat dulu bagaimana kondisi pasar. Namun target kita kuartal I-2009," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya di 2008 ini kita nyaris punya sukuk global, tapi karena ada krisis dimana terjadi kejatuhan Lehman (Brothers), kita delay tapi tidak batal," jelasnya.
Selain sukuk global, pada akhir Februari 2009 pemerintah juga akan menerbitkan sukuk ritel dengan harga jual Rp 1 juta per unit dan minimum pembelian adalah Rp 5 juta, dan rencananya tenor yang di tawarkan adalah 3 tahun. "Tapi tenornya bisa lebih pendek," katanya.
Sementara untuk agen penjual, Dahlan mengatakan minat perbankan untuk menjadi agen penjual sukuk ritel sangat kecil. "Karena itu agen penjualnya akan didominasi oleh perusahaan sekuritas," pungkasnya. (dnl/ir)











































