Hal ini dikatakan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (12/12/2008).
"Malahan dampaknya akan baik, kalau kita menerbitkan global bond maka yield-nya bisa lebih rendah, sebabkan US Treasury Bills menjadi acuan obligasi internasional," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi interest rate differential-nya akan semakin lebar. Karena itu pengaruhnya positif, hampir tidak pengaruh negatifnya," pungkasnya.
Tingginya permintaan menyebabkan harga obligasi pemerintah AS atau US Treasury membubung tinggi. Akibatnya, yieldnya turun tajam bahkan sempat minus hingga -0,051% untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Yield untuk T-bill berjangka waktu 3 bulan pada perdagangan Selasa (9/12/2008) sempat minus hingga -0,051% sebelum akhirnya rebound lagi ke minus 0,001%. (dnl/qom)











































